Showing posts with label Alloh. Show all posts
Showing posts with label Alloh. Show all posts

Tuesday, February 15, 2011

Apakah Jin Juga Punya Akal? (Kamis, 10/02/2011 05:19 WIB)

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz, menurut pengetahuan yang saya peroleh, jin itu ada yang muslim dan ada yang kafir. Apakah kafir atau muslim itu adalah pilihan jin sendiri? Kalau memang pilihan, apakah berarti jin juga diberi akal seperti manusia?

Terima kasih atas jawaban ustadz, wassalamu'alaikum wr. wb.

Yusuf
Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Yusuf yang dimuliakan Allah SWT

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

Artinya : “Dan Sesungguhnya di antara kami ada (jin-jin) yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al-Jin [72] : 11)

Artinya bahwa sebagian dari kalangan jin ada yang senantiasa berbuat kebaikan sementara sebagian lainnya tidaklah demikian, seperti halnya manusia ada di antara mereka yang berbuat baik namun tidak sedikit dari mereka yang berbuat buruk, ada yang beriman kepada Allah namun ada pula yang kufur terhadapNya.

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَىٰ آمَنَّا بِهِ ۖ فَمَن يُؤْمِن بِرَبِّهِ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا

وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا

Artinya : “Dan Sesungguhnya di antara kami ada (jin-jin) yang taat dan ada (pula) yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, Maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, Maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.” (QS. Al jin [72] : 13–15)

Didalam kitab “al Mausu’ah al Fiqhiyah” disebutkan bahwa para ulama telah bersepakat bahwa jin pun mukallaf (terkena beban-beban syariah) dan yang dikenakan perintah berdasarkan firman-Nya SWT :

وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۖ إِنِّي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat [51] : 56)

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا

يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

Artinya : “Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu Kami beriman kepadanya. dan Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan Kami,” (QS. Al Jin [72] : 1–2)

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ

Artinya : “Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman [55] : 33–34)

Dan ayat-ayat lainnya yang menunjukkan adanya taklif (beban-beban syariah) terhadap mereka bahwasanya mereka diperintahkan serta dilarang.

Ketika disebutkan cercaan dan laknat terhadap setan-setan serta perlindung dari tipu daya dan kejahatannya, disebutkan pula apa-apa yang disiapkan Allah SWT bagi mereka berupa adzab, dan ini tidaklah dikenakan kecuali kepada mereka yang melanggar perintah dan larangan, melakukan dosa-dosa besar, melampaui batas-batasnya disertai dengan adanya kesanggpuan baginya untuk tidak melakukan hal-hal itu atau kemampuan untuk melakukan selain perbuatan demikian.

Di bagian lain disebutkan pula pendapat jumhur ulama bahwa jin mendapatkan pahala atas ketaatannya dan siksa atas kemaksiatannya, berdasarkan firman-Nya :

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَىٰ آمَنَّا بِهِ ۖ فَمَن يُؤْمِن بِرَبِّهِ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا

وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا

Artinya : “Dan Sesungguhnya di antara kami ada (jin-jin) yang taat dan ada (pula) yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, Maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, Maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.” (QS. Al jin [72] : 13–15)

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِّمَّا عَمِلُوا ۖ وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Artinya : “Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf [46] : 19)

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

Artinya : “Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman [55] : 74)

Ibnu Hazm dan yang lainnya menceritakan dari Abu Hanifah berkata bahwa tidaklah ada pahala bagi mereka selain diselamatkannya dari neraka karena disebutkan didalam al Qur’an tentang mereka “Dia mengampuni dosa-dosa kalian” dan pengampunan tidaklah mengharuskan pahala karena ampunan adalah tabir.

Diriwayatkan dari Laits bin Abi Sulaim berkata, ”Pahala bagi jin adalah diselamatkan dari api neraka, lalu dikatakan kepada mereka,’Jadilah kalian tanah.” Diriwayatkan dari Abi Zannad berkata, ”Apabila para penghuni surga masuk surga dan para penghuni neraka masuk neraka. Allah berfirman, ”Bagi mereka yang beriman dari kalangan jin dan seluruh umat jadilah kalian tanah. Maka saat itulah orang-orang kafir berkata, ’Aduhai seandainya aku menjadi tanah (saja).”

Kemudian para ulama bersepakat bahwa jin-jin yang kafir kelak mendapatkan adzab di akherat, sebagaimana disebutkan Allah SWT didalam Al Qur’an

وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا

Artinya : “Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, Maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.” (QS. Al Jin [72] : 15)

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

Artinya : “Dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (QS. Muhammad [47] : 12)

Berdasarkan penjelasan diatas bahwa jin juga terkena beban-beban syariah dan kelak akan mendapatkan balasan dari ketaatannya atau siksa atas kemaksiatannya berarti mereka juga diberikan kemampuan (akal) untuk bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan, antara ketaatan dan kemaksiatan, antara perkara-perkara yang diperintahkan Allah dan dilarang-Nya karena atas dasar itulah seorang mukallaf mendapatkan ganjaran dari Allah SWT.

Wallahu A’lam

Source: Eramuslim

Wednesday, February 9, 2011

How Easy Islam really is, Jannah, Good Manners

Narrated Abu Huraira (may Allah have mercy on him)
The Prophet (Sallallahu Alayhi wa Sallam) said, “Religion is very easy and whoever overburdens himself in his religion will not be able to continue in that way. So you should not be extremists, but try to be near to perfection and receive the good tidings that you will be rewarded; and gain strength by worshipping in the mornings, the nights.”
Sahih Bukhari Volume 1, Book 2, Number 38

Prophet Muhammad (pbuh) said, "O people, spread the salaam (greetings), feed the hungry, and pray while the people are asleep, you will enter Jannah in peace."
[Tirmidhi]

The Prophet Muhammad (peace be upon him) was reported to have said: 'The most perfect Muslim in the matter of faith is one who has excellent behavior; and the best among you are those who behave best towards their wives"
(From Mishkat al-Masabih, No. 0278(R) Transmitted by Tirmidhi)

Source: myhadithoftheday.com

Sunday, February 6, 2011

Dogs, Who To Be Like, Sadaqa

Allah's Apostle (Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam) said, "If somebody keeps a dog, he loses one Qirat (of the reward) of his good deeds everyday, except if he keeps it for the purpose of agriculture or for the protection of livestock."
[Bukhari Vol. 4 : No. 541]

Narrated Abu Huraira: Allah's Apostle (peace be upon him) said, "Not to wish to be the like except of two men. A man whom Allah has given the (knowledge of the) Qur'an and he recites it during the hours of night and day and the one who wishes says: If I were given the same as this (man) has been given, I would do what he does, and a man whom Allah has given wealth and he spends it in the just and right way, in which case the one who wishes says, 'If I were given the same as he has been given, I would do what he does.' "
(See Hadith No. 543 and 544, Vol 6 - Bukhari)

Narrated Abu Huraira: Allah's Apostle (peace be upon him) said, "There is a Sadaqa to be given for every joint of the human body; and for everyday on which the sun rises there is a reward of a Sadaqa (i.e.charitable gift) for the one who establishes justice among people."
[Bukhari Bk 49,Vl 3,No 870]

Source: myhadithoftheday.com

Saturday, February 5, 2011

Ramadan, Islam, Good Deeds

Narrated Abu Huraira (RA): Allah's Apostle (SAW) said, "Allah said, 'All the deeds of Adam's sons (people) are for them, except fasting which is for Me, and I will give the reward for it.' Fasting is a shield or protection from the fire and from committing sins. If one of you is fasting, he should avoid sexual relation with his wife and quarreling, and if somebody should fight or quarrel with him, he should say, 'I am fasting.' By Him in Whose Hands my soul is' The unpleasant smell coming out from the mouth of a fasting person is better in the sight of Allah than the smell of musk. There are two pleasures for the fasting person, one at the time of breaking his fast, and the other at the time when he will meet his Lord; then he will be pleased because of his fasting."
[Sahih Bukhari, Chapter ‘Fasting', Volume 3, Book 31, Hadith 128]

Narrated Umm al−Ala: The Apostle of Allah (peace be upon him)visited me while I was sick. He said: Be glad, Umm al−Ala' for Allah removes the sins of a Muslim for his illness as fire removes the dross of gold and silver.
(Abu Dawud Bk 20,No 3086)

Prophet Muhammad (peace be upon him) said: "Do good deeds properly, sincerely and moderately. Always adopt a middle, moderate, regular course, whereby you will reach your target (of paradise). [Sahih Al-Bukhari, Volume 8,Hadith 470]

Source: myhadithoftheday.com

Wednesday, February 2, 2011

Rewards for Fasting, Warning, Fasting

Abu Ayyub (R.A) reported: The Messenger of Allah said, " He who observes As-Saum (the fasting) in the month of Ramadan, and also observes As-Saum for six days in the month of Shawwal, it is as if he has observed As-Saum for the whole year."
(Muslim)

The Prophet (peace be upon him), “Should I not inform you of that which I fear for you even more than the dangers of dajjaal? It is the hidden shirk: A person stands to pray and he beautifies his prayer because he sees the people looking at him”.
(Sahih; Sunan ibn Majah)

Abu Hurairah (radi Allahu anhu) narrated that the Messenger of Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said: ‘When Ramadhan comes, the gates of mercy are opened and the gates of Hell are shut, and the devils are put in chains.
[The Book of Fasting: Sahih Muslim]

Source:myhadithoftheday.com

Wednesday, January 26, 2011

The Rights of a Muslim, Rewards, Ramadan

Narrated Abu Huraira: I heard Allah's Apostle saying, "The rights of a Muslim on the Muslims are to follow the funeral processions, to accept invitation and to reply the sneezer. (Bukhari Vl 2,No 332)

Abud-Darda (May Allah be pleased with him) reported: The Messenger of Allah (peace be upon him) said, "Shall I not inform you of the best of your actions which are the purest to your Rubb, which exalt you to the high ranks, which are more efficacious than spending gold and silver (in charity), and better for you than you should encounter your enemies whom you will smite their necks and they will smite your necks?'' They said, "Certainly.'' He (PBUH) said, "Remembrance of Allah the Exalted.''
[At-Tirmidhi]

Narated By 'Aisha : Allah's Apostle (peace be upon him) used to pray eleven Rakat at night and that was his night prayer and each of his prostrations lasted for a period enough for one of you to recite fifty verses before Allah's Apostle raised his head. He also used to pray two Rakat (Sunna) before the (compulsory) Fajr prayer and then lie down on his right side till the Muadh-dhin came to him for the prayer.
[Sahih Al-Bukhari Volumn 002, Book 016, Hadith Number 108]

Sunday, January 23, 2011

Focusing on Yourself, Marriage, the Day of Judgement

Rasul Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said: "O you who have entered Islam with your tongues but whose hearts faith has not entered: do not slander people, and do not ferret out people's shameful points. Whoever searches out the shameful points of his brother, Allah will search out his shameful points, and if Allah searches out a person's shameful points, be sure that He will disgrace him even if he should remain in the middle of his house." [Abu Dawud]

Narrated By 'Aisha : Allah's Apostle (peace be upon him) said (to me), "You were shown to me in a dream. An angel brought you to me, wrapped in a piece of silken cloth, and said to me, 'This is your wife.' I removed the piece of cloth from your face, and there you were. I said to myself. 'If it is from Allah, then it will surely be."
[Sahih Bukhari Volume 007, Book 062, Hadith Number 057]

From the Prophet (peace be upon him), who said : "Allah (mighty and sublime be He) says : The first of his actions for which a servant of Allah will be held accountable on the Day of Resurrection will be his prayers. If they are in order, then he will have prospered and succeeded: and if they are wanting, then he will have failed and lost. If there is something defective in his obligatory prayers, the Lord (glorified and exalted be He) will say: See if My servant has any supererogatory prayers with which may be completed that which was defective in his obligatory prayers. Then the rest of his actions will be judged in like fashion."
[Hadith Qudsi 9]

Source: myhadithoftheday.com

Saturday, January 22, 2011

Hafsah yang Gemar Berpuasa

Hafshah binti Umar bin Khatab adalah ummul mukminin yang gemar berpuasa dan shalat. Ibunya adalah Zainab binti Madh’un binti Hasib. Hafshah adalah sebelumnya isteri dari sahabat Khunais bin Khudzafah al-Sahmi yang ikut hijrah ke Habasyah (Ethiopia) dan Madinah.Suaminya Khunais syahid pada perang Uhud.

Meskipun, hidupnya dirundung duka nestapa, semenjak suaminya syahid di padang Uhud, dan penuh dengan duka, keimanan dan keteguhan (sikapnya yang tsabat) hati Hafshah dapat meredam segala yang terjadi dan menerpa dirinya, dan Hafshah menyadari benar bahwa semua adalah semata karena takdir-Nya.

Kesabaran, ketabahan, sikap hidup yang qanaah (ridha) selalu menyelimuti pribadinya. Tidak pernah berkeluh kesah dengan keadaan yang dihadapinya. Segalanya diterima penuh dengan ikhlas dan tawakal. Dijalaninya kehidupan sehari-hari tanpa rasa cemas dan khawatir, dan selalu yakin atas janji Allah Azza Wa Jalla. Hafshah yakin atas pertolongan dari Allah, dan tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya. Wanita Muslimah itu benar-behar pasrah-seprasahnya. Tidak bersuudhon (berburuk sangka) kepada Allah Rabbul Alamin.

Karena sikap yang sangat zuhud dan wara’, dan selalu berpuasa itu, maka ia mendapatkan julukan ‘sawwamah’ (orang yang selalu berpuasa) dan qawwamah (orang yang selalu bangun malam). Hafshah tidak pernah henti berpuasa dan bangun malam untuk bertemu dengan Rabbnya. Hidupnya tidak dimanjakan dengan keinginan-keinginan yang dapat menjauhkan dari Rabbnya. Maka, ia selalu berpuasa, menahan lapar dan dahaga, dan terus bangun malam, meskipun di siang hari tetap bekerja.

Kemudian, Umar berkeinginan keras agar Hafshah dapat dipertemukan dengan Utsman r.a., namun dengan sikapnya yang halus, ternyata Utsman menyatakan ketidaksanggupannya. Betapa Hafshah di mata Utsman, wanita yang sangat mulia, puteri Umar, dan kehidupan yang penuh dengan zuhud dan wara’, serta berpuasa dan bangun malam. Demikian pula, sahabat Abu Bakar As-Sidiq, tak sanggup untuk menikahinya.

Tetapi, segala ketentuan kehidupan ada di tangan Allah Azza Wa Jalla, dan takdir dan hikmah-Nya yang sangat agung. Kemudian, Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menikahinya dan menjadikan dia sebagai ‘ummul mukminun’, gelar kehormatan bagi para isteri Rasulullah Shallahu Alaih Wa Salam.

Dengan kehidupan yang begitu sedih, cobaan begitu berat, tetapi tidak menghilangkan rasa cintanya kepda Allah Azza Wa Jalla. Tetap bertaqarrub (mendekatkan) diri kepada Allah, berpuasa yang terus menerus, dan melakukan ibadah di malam hari, Hafshah akhirnya menjadi ‘Ummul Mukminun’. Sebuah gelar kemuliaan yang disandangnya, dan kelak akan mendapatkan kemuliaan di disisi-Nya.

Betapa kehidupan ini hanya dapat dinikmati dengan melakukan ibadah-ibadah yang berat, dan penuh dengan pengorbanan, serta menjadikan Rabbnya semata menjadi tujuan hidupnya. Kesedihan yang mula-mula mengawalinya dalam kehidupan, kemudian berakhir dengan kebahagiaan. Ummu Syahidah.

Source: http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/hafshah-yang-gemar-berpuasa.htm

Heaven and Hell, Our Prophet's (pbuh) Hair, Itr

Prophet Muhammad Pbuh
Narrated By 'Abdullah : Allah's Apostle (peace be upon him) said, "Anyone who dies worshipping others along with Allah will definitely enter the Fire." I said, "Anyone who dies worshipping none along with Allah will definitely enter Paradise."
[Bukhari 330]

Baraa bin Aazib R.A. reports: "Rasulullah (peace be upon him) was of average height, and the portion between the two shoulders was wide. His hair was till his ear lobes".
[Tirmidhi 025]

Thumaamah bin Abdullah radiyallahu anhu reports, Anas bin Maalik did not refuse itr, and used to say that Rasoolullah sallallahu alaihe wasallam never refused (the acceptance of) itr.
[Tirmidhi 208]

Source: myhadithoftheday.com

Thursday, January 20, 2011

Amazing Advice, Inheritance, Making the Pledge

Narated By 'Abdullah bin ?Amr: A man asked the Prophet (peace be upon him), "What Islamic traits are the best?" The Prophet (peace be upon him) said, "Feed the people, and greet those whom you know and those whom you do not know."
[Bukhari 253]

Usama b. Zaid reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: A Muslim is not entitled to inherit from a non-Muslim, and a non-Muslim is not entitled to inherit from a Muslim.
[Muslim 3928]

Narated By Jarir bin 'Abdullah : I gave the pledge of allegiance to Allah's Apostle for to offer prayers perfectly, to pay Zakat regularly, and to give good advice to every Muslim.
[Bukhari 502]

Source: myhaditoftheday.com

Tuesday, January 18, 2011

Eclipses, Wudu, Prophet's (pbuh) Hair

Narated By Abu Masud : The Prophet (peace be upon him) said, "The sun and the moon do not eclipse because of the death of someone from the people but they are two signs amongst the signs of Allah. When you see them stand up and pray."
[Bukhari 151]

Narated By 'Abdullah bin 'Amr : Once the Prophet (peace be upon him) remained behind us in a journey. He joined us while we were performing ablution for the prayer which was over-due. We were just passing wet hands over our feet (and not washing them properly) so the Prophet addressed us in a loud voice and said twice or thrice: "Save your heels from the fire."
[Bukhari 57]

Qatadah R.A. reports: "I asked Anas R.A., 'Did Rasulullah (Sallallahu alaihe wasallam) dye his hair?'" He replied: "The hair of Rasulullah (Sallallahu alaihe wasallam) did not reach such a stage where one would use a dye; however Rasulullah (Sallallahu alihe wasallam) did have a few white hair on his temples, on the other hand Abu Bakr R.A. dyed his hair with Hina and Katm."
[Tirmidhi 036]

Monday, January 17, 2011

Medicine, Beloved Prophet's (pbuh) Speech, the Day of Judgement

Narrated By Abu Huraira: The Prophet said, "There is no disease that Allah has created, except that He also has created its treatment."
[Bukhari 582]

Narrated by Aisha: "The speech of Rasoolullah Sallallahu Alaihe Wasallam was not quick and continuous as that of yours. He spoke clearly, word for word. A person sitting in his company remembered what he said."
[Tirmidhi 582]

Narrated By Abu Huraira : The Prophet (peace be upon him) said, "Every Prophet was given miracles because of which people believed, but what I have been given, is Divine Inspiration which Allah has revealed to me. So I hope that my followers will outnumber the followers of the other Prophets on the Day of Resurrection."
[Bukhari 504]

Source: myhadithoftheday.com

Thursday, January 13, 2011

Madinah, Prophet's (pbuh) Hair, Sadaqa

Narated By Abu Huraira : If I saw deers grazing in Medina, I would not chase them, for Allah's Apostle said, "(Medina) is a sanctuary between its two mountains."
[Bukhari Hadith No. 97]

Jaabir bin Samurah R.A. was asked: "Were there any white hair in the blessed head of Rasulullah (Sallallahu alaihe wasallam)? He replied: 'He only had a few on the middle parting, and when Rasuullah (Sallallahu alaihe wasallam) oiled his hair, they did not show'".
[Tirmidhi Hadith No. 43]

Narated By Anas : The Prophet passed a date fallen on the way and said, "Were I not afraid that it may be from a Sadaqa (charitable gifts), I would have eaten it.
[Bukhari 612]

Source: myhadithoftheday.com

Waspadai Kebiasaan Berdusta (Minggu, 02/05/2010 09:02 WIB)


Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik terdapat sebuah dialog antara seorang sahabat dengan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Lengkapnya sebagai berikut:

و حَدَّثَنِي مَالِك عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ أَنَّهُ قَالَ

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ جَبَانًا

فَقَالَ نَعَمْ فَقِيلَ لَهُ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ بَخِيلًا فَقَالَ نَعَمْ

فَقِيلَ لَهُ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ كَذَّابًا فَقَالَ لَا

(MALIK - 1571) : Telah menceritakan kepadaku Malik dari Shafwan bin Sulaim berkata; "Ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut?" Beliau menjawab: 'Ya." Kemudian ditanya lagi; "Apakah seorang mukmin bisa menjadi bakhil?" Beliau menjawab: "Ya." Lalu ditanyakan lagi; "Apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong?" Beliau menjawab: "Tidak."

Berdasarkan hadits itu jelas bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memaklumi jika seorang mukmin memiliki sifat sebagai penakut. Begitu pula Nabi shollallahu ’alaih wa sallam masih memaklumi jika seorang mukmin memiliki sifat bakhil. Namun Nabi shollallahu ’alaih wa sallam samasekali tidak membenarkan seorang mukmin menjadi seorang pembohong alias pendusta. Mengapa demikian?

Di dalam berbagai penjelasan –baik ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam- selalu saja sifat kaum munafiqun dikaitkan dengan kebiasaan berdusta. Berdusta merupakan trademark utama kaum munafiqun.

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ

وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS Al-Munafiqun ayat 1)

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ

كَانَ مُنَافِقًاأَوْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ أَرْبَعَةٍ

كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ

حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ

وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

(BUKHARI - 2279) : Dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada empat hal yang bila ada pada seseorang berarti dia adalah munafiq atau siapa yang memiliki empat kebiasaan (tabi'at) berarti itu tabiat munafiq sampai dia meninggalkannya, yaitu jika berbicara dusta, jika berjanji ingkar, jika membuat kesepakatan khiyanat dan jika bertengkar (ada perselisihan) maka dia curang".

Oleh karenanya, sudah sepatutnya orang-orang beriman mewaspadai sifat dan kebiasaan berdusta. Karena jika seseorang sudah mulai terbiasa berdusta, maka ia akan distempel Allah menjadi seorang pendusta. Dan pada gilirannya hal ini bisa menceburkan dirinya ke dalam golongan kaum munafiqun. Dan sebaliknya, jika ia membiasakan diri untuk selalu berlaku benar atau jujur, niscaya ia akan dicap oleh Allah sebagai lelaki yang jujur, sehingga ia bakal digolongkan ke dalam kelompok orang beriman sejati.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ

وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ

حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًاوَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ

وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ

وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

(BUKHARI - 5629) : Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abu Wa`il dari Abdullah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."

Saudaraku, dalam kehidupan modern dimana fitnah sedemikian mewabah, sangatlah sulit menemukan sifat jujur di tengah masyarakat. Sebaliknya, sangat mudah kita jumpai sifat berdusta di sekeliling kita. Sedemikian langkanya sifat jujur sehingga kita sering mendengar orang berkata: ”Mana bisa maju kalau kita berlaku jujur terus..... Sudahlah, bersikap realistik sajalah. Kita kadang-kala memang perlu berbohong...!” Malah, terkadang kita mendengar orang dengan yakinnya berkata: ”Hanya dengan berbohonglah kita bakal berhasil di dunia...!”

Orang yang hidup penuh dusta akan menjadi orang yang senantiasa dilanda keraguan. Sedangkan orang yang hidup selalu berlaku jujur pasti akan memiliki ketenteraman di dalam hatinya, walaupun ia berresiko dikucilkan. Demikianlah janji Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

قَالَ حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ

فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

(TIRMIDZI - 2442) : Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam: "Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan."

Saudaraku, waspadailah kebiasaan berdusta yang menjadi ciri utama kaum munafiqun. Sebab inilah kelompok manusia yang paling merugi kelak. Mereka bukan saja bakal bernasib sama dengan kaum kafir, yaitu masuk ke dalam azab Allah neraka yang menyala-nyala. Tetapi mereka bahkan dimasukkan ke dalam neraka dengan berada di kapling paling berat siksanya. Dan mereka kekal di dalamnya, tanpa ada fihak yang bisa menolong.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

”Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka” (QS An-Nisa ayat 145).

Source: http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/waspadai-kebiasaan-berdusta.htm

Wednesday, January 12, 2011

Wonderful Character, How our Prophet Pbuh Walked, Friday Prayer


Narrated by Aisha (RA) "It was not the nature of Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam to talk indecently, nor did he engage himself in the use of obscene language. Nor did he shout and talk in the bazaars (which is against dignity). He did not avenge a bad deed with a bad one, but forgave it, and thereafter did not even mention it". [Tirmidhi]

Narrated by Abu Hurairah "I did not see anyone more handsome as Rasoolullah sallallahu alaihe wasallam. It was as if the brightness of the sun had shone from his auspicious face. I did not see anyone walk faster than him, as if the earth folded for him. A few moments ago he would be here, and then there. We found it difficult to keep pace when we walked with him, and he walked at his normal pace."
[Tirmidhi]

The Prophet (peace be upon him) said, "When it is a Friday, the angels stand at the gate of the mosque and keep on writing the names of the persons coming to the mosque in succession according to their arrivals. The example of the one who enters the mosque in the earliest hour is that of one offering a camel (in sacrifice). The one coming next is like one offering a cow and then a ram and then a chicken and then an egg respectively. When the Imam comes out (for Jumua prayer) they (i.e. angels) fold their papers and listen to the Khutba."
Masha'Allah. What a beaautiful Hadith.
[Bukhari. Book 13 Hadith 51]

Source: myhadithoftheday.com

Tuesday, January 11, 2011

Forgiveness, Heraclius, and Greetings



Narrated Abu Huraira: I heard Allah's Apostle (peace be upon him) saying." By Allah! I ask for forgiveness from Allah and turn to Him in repentance more than seventy times a day."
[Sahih Bukhari, Volume 8, Book 75, Number 319]

Narated By Abu Sufyan : That Heraclius sent for him and said, "What did he, i.e. the Prophet (peace be upon him) order you?" I replied, "He orders us to offer prayers; to give alms; to be chaste; and to keep good relations with our relatives.
[Al Bukhari]

Narated By Abu Huraira: The Prophet (peace be upon him) said, "The young should greet the old, the passerby should greet the sitting one, and the small group of persons should greet the large group of persons"
[Al Bukhari]

Source: myhadithoftheday.com

From today onwards I will posts hadith everyday, Insya Alloh...